Senin, 30 Juni 2014

Paket sabu dari Iran terungkap karena petugas kantor pos curiga

Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bea Cukai Jakarta menggelar rekonstruksi penangkapan 35 kilogram bahan setengah jadi sabu yang dikirim dari Iran di Kantor Pos Indonesia pusat. Kasus tersebut melibatkan tiga Warga Negara Iran yang ditangkap beberapa waktu lalu. - Es Cincau

Pengungkapan kasus itu berawal dari kecurigaan petugas kantor pos dengan tiga kardus paket kiriman. Kardus tersebut berisi bubuk putih.

Karena curiga, petugas kemudian memeriksa paket tersebut dengan menggunakan anjing pelacak. Dari tiga kardus, anjing pelacak hanya mampu mengidentifikasi satu saja.- Resep Kue

"Namun kita lakukan tes lab, dan BNN juga melakukan tes. Hasilnya positif kalau itu bahan baku sabu-sabu," ujar Kabid Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Kanwil Jakarta, Hatta Wardhana di kantor Pos Indonesia pusat, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (1/7).

Hatta menambahkan, petugas kemudian memancing pelaku yang diketahui bernama Mustofa. Usai mengambil paket Mustofa langsung dibekuk.

Mustofa kemudian diintrogasi. Mustofa mengaku barang tersebut berasal dari kawannya di Iran berinisial SHB.

"Mustofa kemudian disuruh menghubungi kawannya yang di Iran untuk mengatakan kondisi aman dan memancingnya untuk datang ke Indonesia," tuturnya.

Sebelum ke Indonesia, SHB masih mengirimkan satu paket bahan baku sabu tersebut. Tanpa curiga, SHB kemudian datang ke Indonesia melalui bandara Soekarno-Hatta.

"Pelaku kami bekuk di sana. Kemudian mengembang dan menangkap 1 orang lagi yang bertugas menjaga barang," katanya.

SHB sendiri merupakan pelaku utama. Selain pengirim, SHB juga merupakan orang yang mampu meracik sabu mentah menjadi barang jadi siap pakai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar